Home / Cara cepat budidaya timun

Cara cepat budidaya timun

Cara cepat budidaya timun di temukan di ternak-budidaya.com. Untuk mendapatkan artikel yang anda cari, anda bisa menuliskan kata kunci pada kolom pencarian yang sudah tersedia. Situs ternak-budidaya.com memiliki ratusan artikel yang berhubungan dengan cara budidaya dan cara beternak yang dapat anda jadikan masukan.
Cara cepat budidaya timun

Cara cepat budidaya timun

Cara mudah menanam timun – Timun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman sayuran yang banyak kegunaannya antara lain sebagai bahan makanan, bahan obat-obatan dan bahan kosmetika. Sebagai bahan makanan, timun mengandung zat gizi antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin, B2, vitamin C, serat, niacin dan air. Timun bukanlah tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari daerah subtropis. Pada mulanya tanaman timun tumbuh liar di lereng gunung Himalaya dan sebagian terdapat di Afrika. Timun menyebar kenegara-negara Asia dan kini telah menyebar ke seluruh dunia.

Timun adalah tanaman sayuran buah semusim (berumur pendek) seperti terong, labu dan tomat, tumbuh menjalar, berbentuk semak atau perdu bisa mencapai tinggi 2 meter. Akar berbentuk tunggang dan berair, batang lunak dan berair, daun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda, berbulu halus dan tulang daun menjari. Bunga terdiri dari bunga jantan dan betina dengan perbandingan jumlah yang relatif sama. Buah panjang silindris dengan bentuk beragam tergantung varietas antara lain Mikro 203, Hercules, Asian Star, Phuket, Ninja, Titan, Hijau Roket, Maksi Roket, Putih Roket, dan lain-lain. Dan berikut ini adalah Teknik budidaya menanam mentimun, selengkapnya :

Tanah dan iklim menanam mentimun

Tanah/lokasi yang cocok dengan timun adalah dengan ketinggian tempat 200 – 800 m dpl (dari permukaan laut) dan masih toleran sampai 1.000 m dpl atau kurang dari 200 m dpl. Ketinggian tempat ini sangat terkait dengan iklim setempat. Jenis tanah yang cocok adalah regosol dan latosol yaitu lempung ringan berdrainase baik. Selain itu juga tanah yang gembur, banyak mengandung bahan organik dengan solum (kedalaman tanah) dalam. pH tanah 5,5 – 7,5.
Iklim yang cocok adalah suhu udara 20 -32 derajat C, kelembaban udara 50% – 85%, curah hujan 200 – 400 mm/bulan, cahaya matahari 350 – 400 cal/mm2 setiap hari.

Penyemaian benih dapat dilakukan pada bedengan atau langsung dalam polybag kecil. Media semai yang baik adalah campuran 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang. Sterilisasi media semai bisa dilakukan antara lain dengan memberi Furadan sebanyak 25 gram per 10 liter media, dicampur langsung dengan media tanam. Penyiraman bibit dilakukan 2-3 kali sehari tergantung cuaca dan kekeringan media.
Setelah bibit berumur 14 hari atau tinggi 10 -15 cm atau sudah berdaun 3 – 4 helai bibit sudah bisa ditanam ke kebun atau pot atau polybag besar dengan jarak tanam 40 cm.

Media tanam mentimun

Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.

Pembibitan mentimun

Campurkan tanah gembur dan humus pupuk kandang matang perbandingan 7:3, diamkan 1 minggu. Setelah itu masukkan polybag atau pot. Rendam benih dengan larutan pupuk POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 mnt. Peram selama 12 jam dan jika benih sudah berkecambah pindahkan ke polybag atau pot. . Di bagian b awah polybag dan pot juga harus dilubangi sebagai pengatur saluran air. Bibit disiram 2 kali sehari.

Pemeliharaan tanaman mentimun

Tanaman yang mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik. Bersihkan tanaman dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan (bisa dilakukan waktu pemupukan). Pasang par  para pada 5 hari setelah tanam sebagai tempat merambatnya tanaman. Lakukan pemangkasan daun jika terlalu lebat biasanya 3 minggu setelah tanam. Jangan lupa selalu menyiram secara rutin pada pagi dan sore hari, caranya di siram atau menggenangi pot atau polybag selama 15-30 menit. Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan. Nah setelah itu tinggal menunggu tanaman mentimun berbuah dan buahnya siap dikonsumsi. Biasanya buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam

Waktu panen timun

Bunga akan muncul 20 – 25 hari setelah tanam. Buah bisa di panen setelah 7 – 10 hari bunga mekar (umur 1- 2 bulan sesudah tanam). Waktu panen yang baik adalah saat cuaca cerah, tidak hujan, pagi atau sore hari. Simpanlah buah pada tempat yang sejuk.