Home / Cara sukses budidaya semangka

Cara sukses budidaya semangka

Cara sukses budidaya semangka di temukan di ternak-budidaya.com. Untuk mendapatkan artikel yang anda cari, anda bisa menuliskan kata kunci pada kolom pencarian yang sudah tersedia. Situs ternak-budidaya.com memiliki ratusan artikel yang berhubungan dengan cara budidaya dan cara beternak yang dapat anda jadikan masukan.
Cara sukses budidaya semangka

Cara sukses budidaya semangka

Cara menanam semangka – Tanaman Semangka adalah tanaman yang sangat popular di masyarakat Indonesia. Disamping itu tanaman Semangka merupakan tanaman yang sangat bermanfaat untuk kesehatan karena banyak mengandung air dan serat.

Semangka adalah jenis buah yang mempunyai daging bewarna merah. Buah ini sangat cocok di konsumsi di saat udara terasa sangat panas atau di siang hari yang cukup terik. Ini dikarenakan, hampir 90 persen kandungan semangka terdiri atas air. Buah ini mudah di dapatkan di pasar tradisional maupun di pasar yang lebih modern. Sebagian besar dari kita tentu menyukai mengkonsumsi buah berair tersebut.

Oleh karena itu budidaya tanaman tersebut perlu dilakukan  dengan baik dan sesuai petunjuk teknis agar didapat hasil yang memuaskan. Dan berikut ini adalah Teknik budidaya semangka, selengkapnya :

SYARAT PERTUMBUHAN

Curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. Seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam, suhu optimal +/- 250 C. Semangka cocok ditanam didataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organic, bukan tanah asam dan tanah kebun/persaahan yang telah dikeringkan. Cocok pda jenis tanah berpasir dengan keasaman tanah pH 6-6,7.

TEKNIS BUDIDAYA SEMANGKA

 1.    Persiapan Media Semai

  •     Campurkan Solbi Agro sebanyak 100 ml dengan pupuk kandang sebanyak 50 kg, dan tanah untuk lahan seluas 1000m2, didiamkan selama 1 minggu ditempat teduh dengan selalu dijaga kelembabannya dan sesekali di aduk aduk / dibolak balik.
  •     Campurkan tanah halus (yang telah diayak) sebanyak 2 ember, pupuk kandang matang yang telah diayak 1 ember, dan TSP +/- 50 gram dan dimasukkan dalam polibag ukuran 8×10 cm hingga terisi 90% nya.

2.    Teknis Perkecambahan Benih

  •     Benih dimasukan ke dalam kain lalu direndam dengan larutan Solbi Agro sebanyak 5 cc per liter air selama 10 jam.
  •     Setelah dilakukan perendaman, benih tersebut diperam dalam kertas sampul warna coklat atau Koran selama 1–2 hari.
  •     Benih yang sudah berkecambah dipindahkan ke media persemaian.

3.    Persemaian Benih dan Pemeliharaan Bibit

  •     Media semai disiram air secukupnya
  •     Benih yang telah keluar calon akar sepanjang 2 cmm disemaikan dalam polibag sedalam 1-1,5 cm.
  •     Polibag persemaian diletakkan berderet dan terkena sinar matahari penuh
  •     Penyiraman 1-2 kali sehari dan pada umur 12-14 hari bibit siap dipindam tanam ke lahan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM

 1.    Pembukaan Lahan

  •     Lakukan pembajakan sedalam 30 cm dan kemudian dihaluskan dan diratakan.
  •     Bersihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu.
  •     Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 0,5 m, dan lebar telasah 2 m.
  •     Berikan kapur dolomite agar mencapai pH 6-6,7
  •     Berikan pupuk kandang yang telah dicampur Solbi Agro ( 1lt Solbi Agro untuk 1 ton pupuk kandang), seminggu sebelum tanam.
  •     Pemupukan dasar dengan TSP 200 kg / ha, ZA 140 kg / ha dan KCL 130 kg / ha.
  •     Bedengan perlu diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar membantu mengurangi penguapan air dan pertumbuhan tanaman penggangu lainnya.

TEKNIS PENANAMAN SEMANGKA

1.    Pembuatan lubang Tanam

  •     Dilakukan satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8 cm, dengan jarak 20-30 cm dari tepi bedengan.
  •     Jarak tanam antar lubang 90-100 cm.
  •     Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian dilakukan penyiraman hingga cukup basah.

 PEMELIHARAAN TANAMAN

 1.    Penyulaman

  •     Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam.

2.    Penyiangan

  •     Lakukan penyiangan dengan cara mengatur cabang primer dan hanya dipelihara 2-3 cabang saja tanpa memotong cabang sekunder.
  •     Ujung cabang sekunder disisakan 2 helai daun.
  •     Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buahnya dipotong agar tidak menganggu pertumbuhan buah.
  •     Lakukan perempelan tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan buah.

3.    Pengairan dan Penyiraman

  •     Pengairan dilakukan dengan dibasahi saluran antar bedengan dengan cara di siram dengan pipa atau digembor dengan waktu 4-6 hari.
  •     Volume penyiraman tidak boleh terlalu berlebihan.

4.    Pemupukan

  •     Pemupukan satu minggu setelah tanam dengan menggunakan ZA 40 kg/ha, KCL 140 kg/ha
  •     Pemupukan semangka dua minggu setelah tanam mengunakan ZA 120 kg/ha, TSP 85 kg/ha, KCL 170 kg/ha.
  •     Pemupukan semangka saat berbunga menggunakan ZA 130 kg/ha, KCL 30 kg/ha
  •     Lakukan penyemprotan Solbi Agro dengan dosis 500 ml dilarutkan dengan 200 liter air, dan disemprotkan merata setiap 2 minggu sekali.

5.    Sortir Buah

  •     Pilih buah yang cukup besar bulat baik dan tidak cacat,  terletak antara 1-1,5 m dari perakaran tanaman.
  •     Sisakan hanya 1-2 buah saja, lainnya di pangkas.
  •     Jika berat buah sudah hampir 2 kg, bolak balik buah agar didapat pencahayaan matahari dan warna yang rata.

PANEN

  •     Ciri dan Umur Panen Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen).
  •     Cara Panen Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.