Home / Panduan lengkap budidaya jahe

Panduan lengkap budidaya jahe

Panduan lengkap budidaya jahe

Panduan lengkap budidaya jahe

Cara menanam jahe – Mungkin sebagian orang tidak asing lagi dengan tumbuhan satu ini? Tanaman yang berkhasiat menghangatkan badan ini namanya adalah jahe. Tanaman jahe di pedesaan wajib ada di pekarangan rumah karena secara tradisional jahe berfungsi untuk pengobatan dan juga untuk bumbu dapur berbagai masakan yang tak kalah enak tentunya. jahe mempunyai ciri khas dengan rimpanya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah, dan rasa jahe mempunyai rasa dominan yang pedas yang di sebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Ada banyak nama Jahe di Indonesia berdasarkan daerah :  beeuing (Gayo),  halia (Aceh), sipodeh (Minangkabau), bahing (Batak Karo),  jahi (Lampung), jhai (Madura),  jae (Jawa dan Bali),  melito (Gorontalo), jahe (Sunda), geraka (Ternate),Pedas padi ( Di sebagian daerah di sumatera selatan orang menyebutnya ), jae (Jawa),  jhai (Madura), pese (Bugis), dan  lali (Irian), dan masih banyak lagi di aderah mananya untuk tanaman jahe ini.

Berikut ini sekilas  tentang Tips budidaya jahe :

Anggaran dana tanam jahe

Sebelum memulai untuk menanam Jahe sebaiknya kalkulasi secara matang seberapa besar investasi yang di tanam untuk budidaya jahe agar dapat mengetahui laba rugi setalah masa panen.

Persiapan bibitan Jahe

Syarat memilih bibit jahe tang baik untuk di tanam :

  • Tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai dengan 10 bulan
  • Rimpang Jahe yang segar,tidak ada tanda bibit penyakit atau pembusukan
  • Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian
  • Pilih Rimpang yang besar dan subur
  • Untuk rimpang atau ambi jahe ambil 2 sampai 5 mata tunas yang beratnya sekiatar 20 sampai dengan 40 gram untuk Jahe putih dan jahe merah sedangkan untuk Jahe gajah tetap pakai seperti di atas mata tunas dengn kompisi berat 1 rimpang atau umbi jahe sekiatar 25 gram dampa dengan 60 gram.

Metode penyemaian bibit jahe ada dua macam yang sering di lakukan :

Metode pakai peti kayu

Sebelumnya masukan rimpang atau umbi jahe ke larutan kental abu dapur atau dapat juga  ditambah fungisida Dithane M 45 atau Benlate Setelah itu Rimpang atau umbi jahe seperti di atas masukan dalam kotak peti kayu yang dasar bubuk gergaji atau sekam padi di bagaian atas tuutp lagi dengan media itu sampai rimpang tidak kelihatan,usahakan udara sekitar kotak peti kayu terjadi pergantian masuk dengan tetap di siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tunggu paling lama 4 minggu rimpang sudah tumbuh dan siap di semai ke lahan.

Metode bedengan tanah

Sistem bedengan hampir sama dengan cara memakai peti kayu Cuma yang membedakan sdikit mekai jerami tetapi dapat juga pakai media di atas,serta sangat di haruskan memkai atap atas pakai jemari agar sinar matahari tidak masuk secara langsung ke bedengan ini memungkin kan untuk menjaga kelembaban dari bedengan yang tentunya harus di siram setiap hari secara teratur.

Persiapan lahan dan penanaman Jahe

Untuk masalah persiapan lahan sebaiknya di bersihkan serat di cangkul menjadi gembur lalau di buat bedengan dengan ketingian maksimal bedengan 30 cm untuk lebar sekitar 70 cm sampai dengan 100 cm sedangkan panjang di sesuaikan dengan kondisi lahan yang di buka.Ph tanah yang ideal untuk tanaman Jahe ph 6 sampai ph 7 untung menjaga keseimbangan kadar asam tanah sebaiknya di adakan pengapuran lahan.setelah di persiapkn semua masuk ke fase penanaman yang di ambil dari semaian dengan jarak tanam sekitar 40 cm sampai dengan 80 cm tergantung jenis Jahe yang di tanam

Perawatan dan pemeliharaan tanaman Jahe

Pada fase ini setalah tertanam jahe di lahan lakukan secara teratur adalah :

  • Penyiangan dan pembersihan gulma
  • Penyiraman secara teratur pada tanaman jahe karena termasuk banyak mengkonsumsikadar Air untuk mendapat rimpang yang besar -besar
  • Pemupukan secara teratur
  • Serta peyemprotan dengan fungisida untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit pada tanaman Jahe
  • Penyulaman pada bibit yang mati atau kerdil
  • Semua tahapan ini harus sangat di perhatiak secara seksama dan detail karena pada masa ini berhasil dan tidaknaya bididaya tanaman jahe termasuk cara bertanam segi pertanian lainnya.

Masa panen tanaman Jahe

Masa panen tanaman jahe sekitar berumur 8 sampai dengan 10 bulan dari penanaman dari awal seta untuk hasil panen tergantung dari jenis Jahe yang di tanam.Rimpang jahe yang di panen usaha kan jangan sampai memar atau lecet itu akan menurunakan kualitas dari jahe tersebut. Hasil panen Jahe kalau sukses sebagai mana yang telah di jabarkan di atas sekitar 30 ton/hektar bahakn bias lebih.

Pemilihan hasil panen jahe berdasarkan kualitas

Ini sangat di perlukan dalam pelimilihan rimpang yang berdasarkan kualitas rimpang yang baik serta berdasarkan juga besar kecilnya rimpang hasil panen dan tingkat ke cacatan rimpang yang di hasilkan karena hal ini sangat mempengaruhi dari kualitas harga ketika di pasarkan setelah panen.

Baca selengkapnya Panduan lengkap budidaya jahe