Home / Tips mudah budidaya belut

Tips mudah budidaya belut

Tips mudah budidaya belut di temukan di ternak-budidaya.com. Untuk mendapatkan artikel yang anda cari, anda bisa menuliskan kata kunci pada kolom pencarian yang sudah tersedia. Situs ternak-budidaya.com memiliki ratusan artikel yang berhubungan dengan cara budidaya dan cara beternak yang dapat anda jadikan masukan.
Tips mudah budidaya belut

Tips mudah budidaya belut

Cara mudah budidaya belut – Untuk membibitkan belut yang diperlukan adalah pengetahuan tentang pemilihan belut untuk dijadikan indukan. Ada yang unik dalam kehidupan sex belut, ada yang beranggapan bahwa antara belut bisa bertukar jenis kelamin.

Pada awal tumbuh dewasa, belut akan cenderung untuk berjenis kelamin betina yang mempunyai telur yang siap untuk dibuahi. Setelah terjadi proses alami perkawinan dan telah menetaskan telur makan induk betina tadi otomatis berubah menjadi induk jantan. Tetapi ada juga belut yang akhirnya tidak tumbuh kelamin sehingga disebut belut banci. Dan berikut ini adalah Teknik budidaya belut yang benar, selengkapnya :

Ciri-ciri belut yang sudah bisa dijadikan indukan adalah :

  • Umur belut sekitar 3-5 bulan.
  • Agresif dan sangat lincah bergerak.
  • Tubuh induk harus bersih dan mulus tidak ada luka.
  • Tubuh keras.

Berikut ini adalah Cara membedakan belut jantan dan betina :

Ciri-ciri belut jantan :

  • Bentuk kepala tumpul.
  • Panjang badan lebih dari 30 cm.
  • Bentuk ekor kurang lancip.
  • Berumur lebih dari 7 bulan

Ciri-ciri belut betina :

  • Bentuk kepala runcing.
  •  Panjang badan kurang dari 30 cm.
  •  Bentuk ekor lancip.
  • Berumur kurang dari 7 bulan.

Untuk melakukan perkawinan, belut mempunyai perilaku yang khas. Jadi perilaku ini harus diamati untuk kesuksesan dalam membibitkan belut.

Proses dan tahap belut melakukan reproduksi adalah sebagai berikut :

  • Biasanya belut dewasa akan saling “menjajaki” pasangannya dengan cara melihat-lihat dan bergerombol. Belut betina akan mencari belut jantan untuk membuahi telur yang sudah siap untuk dikeluarkan dari perutnya.
  •  Pada waktu bergerombol itulah nantinya akan ditemukan masing-masing pasangan belut sesuai dengan nalurinya. Biasanya pasangannya tidak terlalu jauh dalam hal ukuran tubuh. Tubuh belut jantan akan sedikit lebih besar dibandingkan dengan tubuh belut betina.
  • Sebelum pembuahan biasanya belut jantan akan membuat lubang/sarang untuk kawin. Setelah menemukan pasangannya, pasangan itu akan berenang menuju sarng yang sudah dipersiapkan dan perkawinan akan terjadi di tempat ini.
  • Setelah beberapa hari dari proses perkawinan pada permukaan air akan muncul busa berwarna putih kekuningan. Belut betina akan meyimpan telur yang dikeluarkan dari perutnya pada busa tersebut. Setelah mengeluarkan telur belut betina akan pergi mencari makan dengan cara membuat lubang persembunyian dan menunggu mangsanya dari situ. Sedangkan telur yang berda pada busa itu akan ditunggui oleh induk jantan.
  • Setelah 1-7 hari telur belut akan menetas, selama itu pula busa yang menyimpan telur itu akan bertahan. Selama proses telur sampai menetas menjadi larva, belut jantan akan selalu menjaganya.
  • Setelah menetas menjadi benih maka benih belut ini harus mencari makan sendiri. Belut termasuk binatang kanibal sehingga sebaiknya jika memelihara belut usahakan mepunyai ukuran yang seimbang supaya kanibalisme bisa ditekan. Jika benih sudah ada sebaiknya dipisahkan dan dibuatkan kolam yang berbeda dengan belut dewasa lainnya.

Belut bisa bereproduksi lebih dari satu kali dalam satu siklusnya. Ini disesuaikan dengan tingkat kesuburan masing-masng induk betina.